Official PJAP — Registered & Supervised by the Directorate General of Taxes
Log in →
Home/Blog/Informasi
InformasiSeptember 10, 2026 · 3 min read

Mengenal Istilah Pajak Tangguhan atau Deferred Tax

Pahami apa itu pajak tangguhan, jenis DTA dan DTL, contoh, serta pentingnya dalam laporan keuangan dan perencanaan pajak perusahaan.

P
Tim Pajak.io
Tax Content & Research
Mengenal Istilah Pajak Tangguhan atau Deferred Tax

Pajak tangguhan merupakan salah satu elemen penting dalam pelaporan keuangan yang sering menimbulkan pertanyaan, terutama bagi perusahaan yang baru memahami konsep akuntansi pajak. Secara sederhana, pajak tangguhan berkaitan dengan perbedaan waktu pengakuan antara laporan keuangan secara akuntansi dan perhitungan pajak secara fiskal.

Perbedaan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi pajak yang akan direalisasikan atau diselesaikan pada periode mendatang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pajak tangguhan penting bagi perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan secara akurat, mendukung perencanaan pajak jangka panjang, serta memenuhi standar akuntansi yang berlaku.

Apa Itu Pajak Tangguhan?

Pajak tangguhan adalah konsekuensi pajak di masa mendatang yang timbul akibat perbedaan temporer antara nilai aset atau liabilitas dalam laporan keuangan dan dasar pengenaan pajaknya secara fiskal.

Pajak tangguhan dapat berupa beban pajak tangguhan (deferred tax expense) yang meningkatkan beban pajak di masa depan, atau penghasilan pajak tangguhan (deferred tax income) yang berpotensi mengurangi beban pajak.

Perbedaan ini umumnya terjadi karena perbedaan waktu pengakuan pendapatan atau beban antara akuntansi dan perpajakan. Karena sifatnya sementara, perbedaan tersebut akan berbalik pada periode mendatang.

Pajak tangguhan berbeda dari pajak kini (current tax), yaitu pajak yang terutang pada periode berjalan.

Jenis Pajak Tangguhan

Pajak tangguhan terdiri dari dua jenis utama, yaitu aset pajak tangguhan (DTA) dan liabilitas pajak tangguhan (DTL).

1. Aset Pajak Tangguhan (Deferred Tax Asset / DTA)

DTA merupakan manfaat pajak yang dapat mengurangi beban pajak pada periode mendatang. DTA dapat timbul dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atau rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.

Contohnya:

  • Rugi fiskal yang dapat dikompensasikan pada masa mendatang.

  • Penyisihan piutang ragu-ragu yang telah diakui secara akuntansi, tetapi belum dapat dikurangkan secara fiskal.

2. Liabilitas Pajak Tangguhan (Deferred Tax Liability / DTL)

DTL merupakan kewajiban pajak yang dapat meningkatkan beban pajak pada periode mendatang. DTL umumnya timbul dari perbedaan temporer kena pajak.

Contohnya:

  • Penyusutan aset tetap yang lebih cepat secara fiskal dibandingkan akuntansi.

  • Perbedaan waktu pengakuan pendapatan antara akuntansi dan fiskal.

Singkatnya, DTA berpotensi mengurangi beban pajak di masa depan, sedangkan DTL berpotensi meningkatkan beban pajak di masa depan.

Mengapa Pajak Tangguhan Penting?

Pemahaman mengenai pajak tangguhan penting bagi perusahaan karena berkaitan dengan penyajian laporan keuangan dan pengelolaan kewajiban pajak. Beberapa manfaatnya antara lain:

  • Menyajikan laporan keuangan yang lebih akurat
    Pajak tangguhan membantu perusahaan mencerminkan konsekuensi pajak dari transaksi yang telah diakui dalam laporan keuangan.

  • Mendukung kepatuhan terhadap standar akuntansi
    Pengakuan dan pengukuran pajak tangguhan perlu mengikuti standar akuntansi yang berlaku, termasuk ketentuan terkait pajak penghasilan.

  • Mendukung perencanaan pajak jangka panjang
    Identifikasi aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat membantu perusahaan memperkirakan konsekuensi pajak pada periode mendatang.

  • Membantu pengambilan keputusan keuangan
    Informasi mengenai pajak tangguhan dapat menjadi salah satu pertimbangan manajemen dalam mengevaluasi kondisi keuangan dan kewajiban pajak perusahaan.

Kesimpulan

Pajak tangguhan atau deferred tax merupakan konsekuensi pajak di masa mendatang yang muncul akibat perbedaan temporer antara perlakuan akuntansi dan ketentuan perpajakan. Pajak tangguhan dapat berupa aset pajak tangguhan (DTA) yang memberikan potensi manfaat pajak di masa depan atau liabilitas pajak tangguhan (DTL) yang menunjukkan potensi kewajiban pajak pada periode mendatang.

Dengan memahami konsep pajak tangguhan, perusahaan dapat menyusun laporan keuangan secara lebih akurat, memperkirakan konsekuensi pajak di masa depan, dan mendukung perencanaan keuangan yang lebih baik. Dalam praktiknya, pengakuan dan pengukuran pajak tangguhan perlu dilakukan secara tepat sesuai standar akuntansi dan ketentuan perpajakan yang berlaku.


Butuh bantuan dalam mengelola pajak perusahaan Anda? Dapatkan konsultasi pajak gratis secara online di pajak.io. Tim ahli kami siap membantu Anda dengan berbagai pertanyaan dan masalah pajak. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan tingkatkan pemahaman Anda tentang pajak perusahaan!

Unsure about your company's tax needs?

Discuss your corporate tax needs now. Our expert team is ready to help.

Free Consultation